Selamat Membaca!

Skripsi Berapa Bab? Panduan Standar Struktur dan Variasi Terbaru

Skripsi Berapa Bab "Mantra Skripsi"

Bagi mahasiswa tingkat akhir, pertanyaan “skripsi berapa bab?” bukan sekadar rasa penasaran, melainkan langkah awal untuk memetakan beban kerja selama satu semester (atau lebih). Banyak yang mengira skripsi selalu terdiri dari 5 bab, namun faktanya, struktur ini bisa bervariasi tergantung kebijakan universitas, rumpun ilmu, dan metode penelitian yang digunakan.

Dalam panduan komprehensif ini, kita akan membedah standar struktur skripsi di Indonesia, fungsi setiap babnya, hingga alasan mengapa beberapa skripsi bisa mencapai 6 bab atau lebih.

Standar Umum: Struktur Skripsi 5 Bab

Secara tradisional, mayoritas universitas di Indonesia (baik PTN maupun PTS) mengacu pada standar 5 Bab. Struktur ini dianggap paling logis untuk mencakup proses berpikir ilmiah dari identifikasi masalah hingga penarikan kesimpulan.

Ringkasan Struktur Standar:

Bab Judul Bab Inti Pembahasan
Bab 1 Pendahuluan Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
Bab 2 Tinjauan Pustaka Landasan teori, kerangka berpikir, dan tinjauan penelitian terdahulu.
Bab 3 Metode Penelitian Desain penelitian, populasi/sampel, instrumen, dan teknik analisis data.
Bab 4 Hasil & Pembahasan Penyajian data temuan lapangan dan analisis kritis peneliti.
Bab 5 Penutup Kesimpulan akhir dan saran (rekomendasi) untuk penelitian selanjutnya.

Bedah Detail Isi Setiap Bab (Deep Dive)

Bab 1: Pendahuluan (The Why)

Bab ini adalah “wajah” penelitian Anda. Menurut Prof. Sugiyono (2019) dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, kunci utama Bab 1 adalah adanya kesenjangan (gap) antara harapan (das sollen) dan kenyataan (das sein).

Bab 2: Tinjauan Pustaka (The What)

Di sini Anda membuktikan bahwa penelitian Anda memiliki landasan ilmiah. Anda tidak hanya mengutip pengertian, tapi melakukan sintesis teori.

Tips Expert: Pastikan menggunakan referensi jurnal minimal 80% dari total daftar pustaka untuk meningkatkan kredibilitas di mata penguji.

Bab 3: Metode Penelitian (The How)

Bab ini berisi “resep” penelitian Anda. Jika orang lain membaca Bab 3 Anda, mereka seharusnya bisa mereplikasi penelitian tersebut dengan hasil yang serupa.

Bab 4: Hasil dan Pembahasan (The Findings)

Ini adalah bab dengan bobot nilai tertinggi.

  • Hasil: Menyajikan data (tabel/grafik).

  • Pembahasan: Menjelaskan mengapa hasilnya seperti itu dan bagaimana hubungannya dengan teori di Bab 2.

Bab 5: Penutup (The Conclusion)

Menjawab rumusan masalah di Bab 1 secara ringkas dan padat. Jangan memasukkan data baru di bab ini.

Mengapa Ada Skripsi yang 6 Bab?

Beberapa jurusan, khususnya Hukum, Arsitektur (Desain), dan Teknik, sering kali menggunakan struktur 6 bab.

  1. Jurusan Hukum: Sering membagi pembahasan menjadi dua bab (Bab 4 dan Bab 5) berdasarkan dua rumusan masalah yang berbeda, sehingga penutup menjadi Bab 6.

  2. Penelitian R&D (Research and Development): Biasanya menambahkan satu bab khusus untuk “Uji Coba Produk” atau “Desain Model” sebelum masuk ke analisis hasil akhir.

Strategi Menulis Berdasarkan Jenis Penelitian

Karakteristik Kuantitatif Kualitatif
Bab 3 Fokus pada instrumen validitas & reliabilitas. Fokus pada kehadiran peneliti & triangulasi data.
Bab 4 Penuh dengan angka, tabel, dan uji statistik. Penuh dengan narasi, transkrip wawancara, dan reduksi data.

FAQ Singkat

  • Apakah skripsi harus 5 bab? Tidak selalu, tergantung pedoman akademik universitas dan jenis penelitian (R&D atau hukum sering 6 bab).

  • Bab mana yang paling sulit? Umumnya Bab 4 (Pembahasan) karena membutuhkan analisis kritis yang mendalam.

  • Berapa jumlah halaman minimal per bab? Tidak ada aturan baku, namun idealnya Bab 4 adalah yang paling tebal.

ABOUT THE AUTHOR

Follow on:

SHARE POST

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Telegram