Selamat Membaca!

Perbedaan Struktur Skripsi dan Tesis yang Krusial: Panduan Wajib Sebelum Menulis Bab 1

buat kerangka konsep

Selamat! Anda sedang memasuki fase penulisan karya ilmiah puncak Skripsi (S1) atau Tesis (S2). Meskipun keduanya sama-sama tugas akhir yang sering menggunakan struktur 5 Bab (Pendahuluan hingga Penutup), terdapat perbedaan krusial dalam bobot, kedalaman, dan harapan akademis yang dibawanya.

Kekeliruan dalam memahami perbedaan ini sejak awal, terutama sebelum menyusun Bab I (Pendahuluan), dapat berakibat fatal: topik skripsi Anda bisa dianggap terlalu ringan untuk tesis, atau sebaliknya, topik tesis Anda terlalu luas dan tidak terfokus.

Artikel ini akan mengupas tuntas 5 perbedaan utama antara Struktur Skripsi dan Tesis agar langkah penulisan Anda efisien dan anti-revisi di tingkat kerangka.

5 Perbedaan Krusial dalam Struktur & Harapan Akademis

Struktur 5 Bab (Bab I-V) pada dasarnya sama: Pendahuluan, Tinjauan Pustaka/Teori, Metode Penelitian, Hasil & Pembahasan, dan Penutup. Namun, kedalaman dan kompleksitas di setiap sub-bab sangat berbeda.

1. Perbedaan Fokus Masalah (Novelty / Kebaruan)

Aspek Skripsi (S1) Tesis (S2)
Fokus Penerapan Ilmu. Mengaplikasikan teori yang sudah ada pada kasus, objek, atau lokasi baru. Pengembangan Ilmu. Mengembangkan, membandingkan, atau menguji ulang teori/model yang lebih kompleks.
Kebaruan (Orisinalitas) Dapat berupa Replika penelitian yang sudah ada (dengan lokasi berbeda). Wajib mengedepankan Orisinalitas (Novelty); harus ada kontribusi baru terhadap bidang ilmu.
Contoh Judul Penerapan Teori X dalam meningkatkan kinerja karyawan PT Y. Pengembangan Model Z dalam manajemen risiko berbasis Sistem Informasi di Indonesia.

Implikasi Krusial: Sebelum menulis Bab 1, tentukan apakah tujuan Anda hanya menerapkan (Skripsi) atau mengembangkan (Tesis) teori. Hal ini akan sangat mempengaruhi perumusan masalah.

2. Perbedaan Bobot Bab I (Rumusan Masalah & Tujuan)

Bab I adalah cerminan kompleksitas penelitian. Tesis menuntut cakupan masalah yang lebih luas dan rumusan yang lebih analitis.

  • Jumlah Rumusan Masalah:
    • Skripsi: Minimal 1-2 Rumusan Masalah.
    • Tesis: Minimal 3 Rumusan Masalah atau lebih.
  • Kedalaman Masalah:
    • Skripsi: Cenderung deskriptif atau korelasional (hubungan sederhana).
    • Tesis: Cenderung kausalitas (sebab-akibat), perbandingan model, atau pengujian hipotesis yang lebih kompleks.

3. Perbedaan Kedalaman Bab II (Tinjauan Pustaka)

Bab II Tesis adalah benteng ilmiah yang jauh lebih kokoh dibandingkan Skripsi.

  • Jurnal & Referensi:
    • Skripsi: Minimal 20-30 Daftar Pustaka. Dominan buku teks dan jurnal nasional.
    • Tesis: Minimal 40-60 Daftar Pustaka. Wajib menyertakan jurnal internasional bereputasi (seperti Scopus atau Web of Science) sebagai referensi utama.
  • Kajian Teori:
    • Skripsi: Fokus pada definisi dan konsep variabel utama.
    • Tesis: Melakukan Kajian Komparatif mendalam antara berbagai model/teori; menjustifikasi mengapa satu teori dipilih daripada yang lain.

4. Perbedaan Kompleksitas Bab III (Metode Penelitian)

Tesis seringkali menuntut metodologi yang lebih canggih dan pertanggungjawaban data yang lebih ketat.

  • Model Analisis:
    • Skripsi: Model analisis statistik rendah hingga sedang (misalnya: Regresi Linier Sederhana, Uji T, Korelasi Pearson).
    • Tesis: Model analisis sedang hingga tinggi (misalnya: SEMStructural Equation Modeling, Path Analysis, Etnografi mendalam, atau Model Campuran/ Mixed Methods yang lebih rumit).
  • Validitas Data:
    • Tesis memiliki tuntutan ketat terhadap validitas dan reliabilitas data. Jika terjadi penyimpangan data, mahasiswa tesis wajib mengemukakan dan menganalisis mengapa penyimpangan tersebut terjadi.

5. Perbedaan Bobot Ilmiah Bab IV & Bab V (Pembahasan & Kesimpulan)

Tesis harus menghasilkan kontribusi signifikan, bukan sekadar laporan hasil.

  • Pembahasan (Bab IV):
    • Skripsi: Pembahasan berfokus mengaitkan hasil dengan teori yang sudah dibahas di Bab II.
    • Tesis: Pembahasan harus menghasilkan pengembangan teoritis atau implikasi manajerial/kebijakan yang lebih mendalam, mencerminkan pemikiran analitis level Magister.
  • Publikasi:
    • Skripsi: Publikasi lingkup internal kampus atau jurnal SINTA 4-6 (jika ada).
    • Tesis: Publikasi wajib di jurnal terakreditasi Nasional (SINTA 3 atau 2), dan banyak kampus mewajibkan submission ke jurnal internasional.

 

Mau bimbingan skripsi Gratis di Taman Sains? KLIK DISINI!
Atau mau bimbingan intensif dan privat di Taman Sains? KLIK DISINI!

ABOUT THE AUTHOR

SHARE POST

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Telegram
Mau kami dampingi supaya segera selesai?